Wednesday, 25 February 2009

Timeline

The tendency to idealize someone, known as pink lense effect, can magnify a person's characters up to our imagination about the ideal one. It only needs a small igniter that will grow up people's imagination, and pink lense effect will do the rest. That's why, people often say that first impression is really important. That's because the first igniter will propagate or make up another good things, which sometimes it's probably not true, end up creating an ideal personality. One way or another, we will take responsibility of anything we do, anything we set, along with anything we don't do and anything we don't mean to, including this pink lense effect.


I often wonder why a man, a random one, is so boosted up to chase some women in the same time, gambling with whom he will end up. Is that natural character? I mean ... is that really the universe's rule? On the other side, I also wonder ... could it be that a woman, a random one, might accidentally spread the pink lense effect? Or more specific, do I also unconciously create pink lense effect to people? Because if that's true, then I am really in a big trouble, need to think how I should responsible of that case. Or is it also one of the universe's rule? In the meaning that it's not my fault if somebody is affected by the pink lense effect... so I can just treat those phenomena lightly? Is that really okay to be that carefree?


One day, one of my friend said that the important thing is ... when someone is in the process to get to know each other with his/her future mate, the process is in a good and nice term. Sure I agreed with that premise, but then I wonder... isn't it called bad process when a person has bad term with another people, and only care about the good term with his/her mate. Don't you think so? And still... this universe is not a place to apply ideal thoughts. Only a few people determine to do that. Only a few.


Just once in a while, random thoughts are coming to my peaceful mind. To just wonder... can I really get married with just anybody with the determination to learn to love him right? Still I can't imagine that, still I can't do that. I still believe, a man is a human who is supposed to be respected and honored honestly, to the point that when I acknowledge him,,, when I say the "yes" word, I do it with all my heart. It's not that I want to get married, but ... I want to marry somebody. And the man cannot be a random one. Cannot. And yes, I understand... every couple has their own timeline, the perfectly designed one.


Yes, honesty demands a lof of sacrifice
Only a few people dare to live in it
Are we part of those people?

Wednesday, 18 February 2009

The lady



There are some abstract things, which unconsciously melt my heart:
1. When a man shows me, mostly by what he does, that I am too precious to get hurt. If only he could take the sadness from me, I think he will do it. He determines to make me happy to the point that he is doing his best to be the one I need, the one I want, to be his better self.
2. When a man shows me that my tears are too precious to come down. If only I allow him to, he will do anything to shade my tears away, hug and hold me tight giving all his love and care.
3. When a man sets me free, allow me to do anything I want, though for some reasons what I do is unnecessary, childish, and so not cool, yet he is still happy with it, giving his best smile as acknowledgment.
4. When a man treats me like an angel, that unbelievably he has so much power to always guard me, protect me, and in the same time I am becoming his source of strength.
5. When a man shows me that for whatever happens in this world I will always be the queen of his heart, that in whatever state I am the most charming and the most beautiful lady on earth.


Well... lebay, hehehehe razz. But I think it's not only me, every woman will be helpless for those kind of things and for some other reasons, the man will get much much rewards in return. So todaaaay, I will... hmm... I don't know, maybe kind of imagining my future husband. Cause in the past years [halah :p], I have no criteria in judging someone's proposal. I used to only judge it by feeling. Yeah, feel-ing, heuheuheu. Mana Rachma teh termasuk yang susah suka lagi, ah lieur.....


Sebelum meminta hak, cenah hal pertama itu harusnya menunaikan kewajiban. Dan sebelum itu, Rachma mu sharing, makna "the lady". Setelah malang melintang di dunia ini [alhamdulillah, sudah hampir akan 24 tahun mengenal alam semestah jagad rayah razz], sudah lebih dari cukup makan asam garam kehidupan [krik krik krik...], sudah lebih dari cukup mengenal karakter cowok [ding :p], sudah lebih dari cukup bergaul dengan banyak suku bangsa dan budaya [ngiks :p], sudah saatnya serius merumuskan masa depan.


A lady,,, ini dalam konteks udah nikah ya... cenah makna a lady teh, pertama adalah seorang istri yang ketika digandeng suaminya di luar rumah, gak akan malu-maluin, alias bisa bikin suaminya bangga. Kalo digandeng suami, udah kaya berjalan di catwalk bak pragawati... cantik, modis, enak dipandang, dan elegan, graceful pisan lah pokoknya. Di mana pria-pria lainnya cuman bisa menghela nafas dan mungkin mengutuk sang suami dengan ekspresi mupeng tanda gak rela "kok bisa gitu ya tuh cowok dapetin cewek itu, beruntung banget seeeeeeeehhh".... kekekekek ini kayanya Rachma berlebihan, hihihihi razz. But remember, don't spread your woman's charm too much, kalo ampe ada cowok lain yang terpikat, kan berabe jugahhhh mrgreen... jangan sampe ada cowok yang proclaim kutunggu jandamu. Riweuh eta mah. Eh, itu riweuh ato safety box ya? Eheuheuheu... istighfar Neng... istighfar razz.


Untuk bagian ini, Rachma bahasakan sebagai urusan luar negeri. Rachma translasikan, bahwa untuk memenuhi fungsi ini, seorang perempuan harusnya:

- melek fashion. Bukan berarti mesti gila mode dan tukang belanja, tapi minimal tau batas bawah tidak mendholimi mata orang lain, hehehe.
- tau etika, sopan santun, tatak rama. Ketika di luar rumah, seorang istri itu mencerminkan "kinerja suaminya", kalo ada yang aneh-aneh ama istrinya, takutnya beredar gosip "suaminya gak berhasil mendidik istrinya"... itu gimana coba, harga diri suami lo yang jadi taruhan.. [heuheuheu, ini mah Rachma cuman mengira-ngira aja ding razz].
- berwawasan luas, jadi suami pun gak akan ragu untuk membawa istri ke "dunianya", baik itu yang menyangkut kerja, hobi, kegiatan sosial, agama, ato hal lainnya.


Makna kedua, yang nyangkut urusan dalam negeri. A lady itu... harusnya kalo di rumah mah ya inget dan sadar status: sebagai istri dari suami sekaligus ibu dari anak-anak suami [hayah, ribet kieu istilahnya biggrin]. Jadi tolong itu titel-titel di luar dilupakan dulu. Mau PhD kek, mau post doc kek [eh ntar Rachma post doc gak yah, mikir dulu... heuheu], kalo dah di rumah mah... Anda kembali ke kodrat perempuan. Jadi kalo ditranslasikan:

- tau ngurus rumah, menghiasi rumah, dan segala hal-hal lainnya tentang rumah. Ingat, rumahku surgaku. Kondisikan rumah senyaman mungkin.
- urus anggota keluarga dengan baik dan benar. Sediakan makanan sehat bergizi dan bervariasi. Kalo sehat bergizi tapi masakannya itu-itu aja mah nya bosen juga kali razz. Persiapkan keperluan suami dari mulai pakaian, notes, dan ntah apapun yang nyangkut kerjaannya. Kind of a long life secretary. Karena kinerja suami di luar rumah itu langsung ato tidak menggambarkan kinerja istrinya razz.
- didik anak-anak dengan baik dan benar, plus penuh kasih sayang. It's a warm sweet home we're talking about.


Makna ketiga, a lady itu cenah... suppose to be a wife who is good on bed. Tentang yang ini... no komen, hehehehehe. Itu mah ntar belajarnya dari suami razz. Yang jelas mah, wajib tampil cantik teh ya depan suami :). Yeah, take good care of the skin, watch the diet, get enough sleep, do some sports, get a good dress, and get a good lingerie razz. Eh tapi sebetulnya Rachma suka baca-baca artikel tentang masalah kaya gitu, misal di kompas. Walo kadang tetep we teu kabayang. I mean... ummm... Rachma itu, kalo ada cowok yang misal gak sengaja nyentuh tangan Rachma, bete dan gak ridhonya tuh bisa tahan seminggu, heuheuh. Jadi kalo ngebayangin, bahwa ada saatnya nanti, get naked, yeah walo itu depan suami sendiri... gegegegeg... still couldn't imagine that. Terus kalo baca artikel, misal tentang the art of kissing, terus kan suka ada penjelasan tentang penggunaan lidah, yang tentunya tidak lepas dari saliva. Can you imagine that? It's sa-li-va!!! Berapa banyak bakteri coba itu ada di saliva rolleyes. Terus kalo baca-baca kamasutra... [dweeeng... Rachma bacaannyaaaaa... heuheuheuheu razz, abis da penasaran pengen tau razz]. Rachma suka mikir ... emang posisi-posisi kaya gitu tuh do-able ya? Gak pegel apa ya rolleyes.


Dah ah, yang bahasan tentang makna "the lady" anggap selse aja. Sekarang... ngg, kan Rachma teh ceritanya sedang merumuskan kriteria calon suami [biar gak berdasarkan mood terus nilainya, hehehe]... terus ada yang bilang ditinjau dari "komplemen" ada juga yang bilang "sekufu". Rachma lebih cenderung setuju ama pendapat yang sekufu kali yak. Tapi da kalo diliat-liat lagi, makna sekufu juga relatif mrgreen.


Mulai dari... apa ya, kekurangan? razz, yeah, what so ever. Rachma dengan narsisnya mensyukuri diri sendiri, termasuk kekurangan, heheheh.

- I am skinnyyyyy. I know that very well. Jadi resolusi milad tahun lalu yang pengen naikin berat badan ampe 45 tuh emang tak kesampaian neutral. Berat tertinggi kemaren cuman ampe 41.5 kg. Dan sekarang karena lagi sutres, bertahan di 39.5 kg. Hhhh... dunno what to dooooo.
- Gak ada tenaganya. Jadi jangan harapkan Rachma bawa barang-barang berat, hehehehe. Pokoknya kalo masalah power, haiyah... no komen. Mudah pegel dan mudah cape. Makanya males olahraga [ah-ley-san... razz].
- Mudah kaget [ini termasuk kekurangan gituh??? Yeah, don't care]... yang penting bukan penakut [hahah, gagayaan, tetep we kalo lagi takut mah takut ajah razz].
- Phobia ulat dan cacing, geli gitu liatnya... suka merinding neutral.
- Gak tahan dingin, dengan mudahnya masuk angin, dan sensitif terhadap perubahan suhu, hehe.
- Cerewet dan galak... udah gitu gak sabaran, suka maksa, kerasa kepala, pengen menang sendiri, kalo apa-apa pengennya dapet yang bagus, suka keukeuh dan gak mau disalahin. Yah, begitulah razz.
- Dari segi agama: hafalan Al-Qurán, hadist dan doá... termasuk yang mudah lupa karena jarang murajaah dengan alasan sibuk ama riset. Kalopun ada pengajian, suka banyak ahleysan [misal lapor ama murabbi: "Mbaaaaaak, Rachma izin gak dateng ya... da bageurrrrrr Mbak mah. Mu ngelab, dapet tugas untuk BASF dari bos. Ya Mbak ya... da bageur...." ato kalo gak... "Mbak.... maaf gak dateng, hibernasiiiii... "]. Sholat malem dan witir suka dirapel setelah Isya, soalnya susah kalo mesti bangun sebelum shubuh [again, ah-ley-san]. Suka dengerin murrotal dan sholawat, tapi bukan penyuka nasyid [koleksi lagu lain tampak lebih banyak razz].


Jadi kalo dari segi komplemen, mungkin perlunya yang sabaran, dewasa, pemberani, kuat, dan penyuka olah raga, pleus yang rajin ibadah sunnahnya [banyak maunya gini, hihihihi].


Some things to offer or bargaining power... or yah, eta we lah pokoknya [ditulis dengan segenap kenarsisan dan pede super tinggi]:

- education: highly educated,,, hobi koleksi huruf A di transkrip. Pengetahuan agama: pernah ngaji kitab kuning, yang kalau dihitung mungkin ada ngg...15... 20... kitab mungkin. Terlalu banyak baca buku dan artikel di banyak bidang kehidupan [sampe pada tahap selalu menang bicara saking punya banyak pembenaran... heuheuheu]. Sampai ada temen yang komen: ntar suami Rachma ngajarin apa? Yah, gimana ya... ini kalo ditinjau dari teori kufu, mungkin... ngg... ya yang bisa ngimbangi aja [tuh kan, abstrak deui... heuheuheu]. Insya Allah rajin shaum sunnah, sholat rawatib, baca Qurán mah insya Allah rutin, walo baca terjemahnya masih tergantung mood, hehe. Jadi boleh dong berharap dapet yang baik agama dan baik akhlaknya.

- monthly income: kalo penghasilan per bulan masuk kategori wajib bayar zakat dengan standar minimal 100 gram emas, kayanya dah wajib zakat tiap bulan. Kalo mesti sekufu, berarti suami mesti punya gaji deket-deket situ, lebih tinggi lebih baik, hehehehe, gak ding becanda. Gak matre kok,,, gak matre, cuman realistis aja. Calon suami ya harusnya sih udah punya penghasilan tetap dan punya rencana masa depan yang jelas. Rachma seneng belanja barang lucu tapi insya Allah tau memanage keuangan.

- bekgron keluarga: alhamdulillah terlahir dalam keluarga yang lurus-lurus saja. Hope to get a good man with a good background also.

- kenarsisan lain: Geulis [catat! Wehehehe razz], terampil dalam hal kerajinan tangan, menjahit dan sejenisnya [kecuali merajut ya, mo belajar teh belum jadi wae]. Melek musik [sedikit bisa main gitar dan keyboard, walo sekarang sepertinya lupa karena dah lama gak main], bisa nyanyi dengan baik dan benar [bisa pingsan karena terpesona kalo denger Rachma nyanyi cool, halah :p], menguasai qiraat Al Qurán dan tau teknik-teknik menyenandungkan shalawat [again, suara emas, hati-hati bisi pingsan], menguasai teknik menyenandungkan lagu daerah [Sunda tepatnya] dengan berbagai laras mulai dari kawih, pop, ampe cianjuran [hati-hati, bisa merinding kalo denger Rachma nembang, kekekekek]... tapi pas disuruh nyanyi karena kalah main kartu mah sempet oge demam panggung, heheheh aneh. Untuk hal ini, Rachma sering harus meng-alert diri ketika bersuara rendah, karena pernah ada yang bilang kalo suara seperti itu bisa menggoda iman cowok ["suara halus mirip anak kecil seperti itu merubuhkan pertahanan hati, jadi tolong diperhatikan ukhti, jangan menggoda iman kami para ikhwan", kitu cenah dan Rachma mengiyakan dengan perasaan bersalah]. Makanya lebih ngerasa safe kalo bicara dengan nada satu oktaf lebih tinggi razz. Bisa masak mulai dari appetizer, menu utama, desert, ampe cookies, cake dan tart yang berhias-hias itu [walo tetep we, nga-google heula kalo lupa mah razz]. Jadi Rachma kurang cocok sama orang yang berhaluan ekstrim, yang ampe gak ngebolehin nyanyi dan sejenisnya. Hayah, Rachma orangnya sangat melek budaya dan sastra. So... jangan yang ekstrim-ekstrim lah, sieun Rachma.

- abstrak: baik hati dan tidak sombong, rajin menabung dan patuh pada orang tua... hahaha, PPKn banget. Untuk hal ini Rachma perlu orang yang tegas dan hati-hati. Dalam artian, apa ya, kayanya kadang Rachma tuh terlalu husnudhan sama orang. Jadi, amat sangat perlu orang yang bisa melindungi dari kejamnya realita dunia... kekekekek. Apalagi ya yang abstrak-abstrak, hmm... oh ya, setia, jujur, sinkron dan konsisten... hehe, mungkin kadang kaku sih soalnya sukanya yang jelas-jelas saja, benar/salah-hitam/putih. Karena Rachma mah orangnya lurus-lurus sajah, jadi ya biasanya tidak merespon lamaran orang kalo di hati Rachma masih ada sisa-sisa kisah lama [hihihihi, bahasanya razz]. Peduli amat dibilang sombong juga, daripada ngasi harepan gak jelas.


Big turn off:
- perokok, apalagi ngedrugs. Duh, ya Allah, bukannya diskriminasi, cuman... ya gitu deh.
- player. I can suddenly shut off my heart for that reason.
- sok sibuk. Rachma kurang suka sama gaya orang sok sibuk. Asa kumaha kitu, kaya yang gak balance hidupnya.
- melabeli dirinya ikhwan. Ntah kenapa, kurang suka aja.
- gak megang kata-katanya sendiri. Big no.


Hehehe, setelah bernarsis ria menganalisis diri sendiri dan numpahin uneg-uneg, dah lebih kebayang lah batas bawah untuk merespon orang. Walopun lagi cape, mungkin kalo step by step mah bisa kali yak. Yeah, we'll see.


*gambar diperoleh dari web

Monday, 16 February 2009

Flash back

There is moment,
When I am enforced to think, have I ever really known somebody?
To remind, what have we done actually?
To rationalize and rewind all the memories, how could it turn no trace?
So many things I want to know, but no further questions asked
So many things I want to judge, but end up speechless
I want to scream out loudly, but end up in silence
I feel so deeply sad, but no tears come down
I want to cry for sure, but end up laughing
So unbelievably shocking, but end up being calm
The world seems to be upside down
The time seems to suddenly stop
My heart is enforced frozen
Suddenly feel scared
Have I ever really known the world?
Though I feel so light, so enchanted light


Wake up, girl.
Time to grow up.
More smiles, more happiness.


Otagai ganbarimashou ;)
... Preparing the most perfect hi to welcome the future 24 years old me.


Sunday, 15 February 2009

Save our soul

Berbahagialah orang yang damai hatinya. Senantiasa ikhlas dan bersyukur, baik di saat gembira dan sedih, di saat lapang dan sempit, maupun di saat sehat dan sakit. Senyum ramahnya adalah hiasan yang mungkin nanti terang benderang, sebagai saksi suatu kebahagiaan. Air mata yang mengalir di pipinya adalah saksi bisu, yang mungkin nanti akan bersaksi dengan lantang di pengadilan Illahi, saksi abadi sebuah keikhlasan menerima takdir-Nya.


Ketenangan jiwa itu mahal harganya. Untuk sekedar memahami, bahwa jiwa ini tidaklah pernah sendiri, bahwa pertolongan Allah itu dekat adanya, bahwa kasih sayang Allah itu nyata adanya.


Ya Allah, yakinkan jiwa hamba-Mu ini untuk senantiasa berhusnudhan kepada-Mu, senantiasa berbahagia, bersyukur, ikhlas dan sabar menjalani suratan takdir-Mu.


Astaghfirullahal'adzim
Astaghfirullahal'adzim
Astaghfirullahal'adzim

Thursday, 12 February 2009

Heb jij gegeten?

Evaluasi jilid 2: Koken in de keuken

Again, mengevaluasi resolusi milad tahun lalu. Masak Neng... masak.


brokoliwortel


Daging sapi [samping] Daging sapi [atas]


dagingtomat nasidagingtomat









Ikan [atas] ikan kuning




cumibrokoli







































Dah ah, kebanyakan foto mah lieur... [males nge-upload sebenernya, males nge-klik razz]. Biasanya kalo mood Rachma nulis resepnya biar gak lupa, soalnya kebanyakan itu hasil modifikasi [misal karena gak ada satu bumbu apa gitu]. Oya, disclaimer, itu yang masak kompor ama oven, Rachma cuman nyampur-nyampur aja, jadi kalo ada rasa-rasa aneh, ya salahin aja kompornya, heheheh razz. Terus yang pas nyobain bikin molen kartika sari, alhasil akhir-akhir ini sama temen dicap tukang molen rolleyes... hhh... apa gak ada sebutan yang lebih gaya gitu yak.... eheuheuheu, udah gitu teh Rachma malah jadi kurang semangat makan molen, keseringan bikin kayaknya, malah jadi eneg confused. Dan kalo ditanya temen bumbu suatu masakan, biasanya Rachma komennya: hmm... enak ya makanannyaaaa... nanana,,, itu masaknya pake cinta,,, hehehehe razz. Yang Rachma perhatiin juga, kalo abis masak porsi banyak tuh biasanya malah jadi gak lapar... sama wanginya aja jadi udah kenyang gitu. Jadi kesimpulannya... kalo pengen makan banyak, jangan jadi kokinya mrgreen.


Apdetan di lab... kalo dulu mah kan masih bebas-bebas aja main-main di lab walo ampe jam 12 malem juga [gak gitu takut, soalnya riset lebih horor razz]. Sekarang mah kayanya kalo sendirian, maksimal cuman ampe jam 8, soalnya sekitar jam 8.15 tuh securitynya suka ngecek lab, kalo ketahuan masih kerja suka dimarahin : "kamu nakal ya jam segini masih kerja, sana pulang", heheheheh. Alasan gak boleh kerja malem: melanggar aturan keselamatan kerja.

Popular Posts