Saturday, 19 January 2008

Mekbuk R

Ketika buka email tertanggal 16 januari 2007... Tiba-tiba.. jreng-jreng, muncul gambar sebuah laptop

Macbook air

dimulai dari berkunjung ke site Apple, dan terbentang harga 1700 dollar.... :argh:
mahaLLLL. Padahal pengen punya macbook
:tsk:Rata Kiri Kanan

Dulu, pertama kali ngelirik apple adalah karena munculnya iPhone.
Awalnya, gak tertarik juga ma iPhone, soalnya bentuknya gede, mahal, dah gitu masih two years contract cellular pulak. Waktu itu lagi khusyu-khusyunya hunting produk SE razz.
Bagaimana pun lucunya produk-produk Apple, pastiii aja selalu terbentur harga: MahaaaaL


Magnet Apple semakin berjaya ketika tahun lalu nonton keynote Macworld dan melihat fitur Leopard...
Yadda... OS yang sangat charming...:inlove:
*baru bisa kagum aja tapi biggrin*

Dalam hati udah mulai pengen nabung buat beli Macbook item, yang di sisi lain kadang masih lirik-lirik sony vaio [apalagi yang warna pink ituuuuuu.... pengen ... ]

Dan sekarang terdistract sama Macbook Air.

Mungkin kalo ada uang dingin di tangan, gak akan terdistraksi segitunya mrgreen, tinggal pesen dan minta diskon akademik. But wait!!! prinsip ekonomi kembali bermunculan di kepala...
:lamagawa:

Berhubung apple itu memiliki komunitasnya tersendiri, maka tuh harga-harga apple dari mulai muncul ampe muncul lagi produk baru, harganya segitu-gitu aja [jadi kalo di Indo, berharaplah harga dollar turun seturun-turunnya ]
Tapi yang lebih aneh lagi, konversi harga produk Apple tidak berdasar kurs. Semisal harga macbook item 1300 dollar di Amrik sono, maka di Belanda sini harganya jadi 1300 euro.
Yay, nu teu robih teh angkana hungkul, pami dikonversi ke rupiah mah janten tebih pisan ateuuuuh.
Apalagi minggu kemaren harga 1 euro mencapai 14 ribu rupiah :scream:....
[Rachma masang widget kurs euro-rupiah di laptop, jadi tau fluktuasi hariannya mrgreen]

Demi memuaskan rasa penasaran di hati, jadilah surfing review Macbook air [belum ada, orang baru launch minggu kemarin, pemesan pertama pun baru dapet dua minggu setelahnya biggrin]. Tapi dengan senang hati menonton keynote sang CEO Apple ampe tuntas, walo mesti nginstal quicktime terbaru yang ternyata sekarang dipackage bundle ma iTunes. Sebenernya kalo liat dia tuh, kaya liat salah satu Prof di grup polimer, mirip pisan hayo penampakannya smile.

Ada yang menyayangkan tidak adanya drive CD/DVD di macbook air. Yeah, lagian ini mah laptopnya dirancang buat mobile kali...
kalo ngeburn mah pake kompie yang diem ajah, hehehe. Rachma embedkan video youtubenya...



pas liat tuh Macbook keluar dari amplop...

Hold your breath, such an outstanding knowledge that is.


Yang kadang terlintas, kalo CEO Apple... ato para engineer Apple itu muslim.... huwaaaaa, habislah dibandingkan dengan Rachma

[ibadah masih perlu banget ditingkatkan, ilmu masih dikiiiit, masih belum real ngasi kontribusi ke masyarakat...:tsk:]

Thursday, 17 January 2008

A moment, please....

Hal paling menjengkelkan sedunia adalah ketika gak tau mu ngapain...
:galit:

Dan hal paling menyenangkan tentunya adalah ketika tau mau ngapain... mrgreen
hehehehe

Jadi, ketika lima bulan yang lalu, dengan senang hati pulang ke Indo untuk melepas kangen [yang padahal cuman 6 bulan nyangkut di sini]....
diwarnai dengan persiapan sidang, report sekaligus tesis, dan tak lupa ... insiden patah hati
:sigh:
cukup untuk segera berikrar...
pengen buru-buru ke Hollaaaaaand, biar lupa semuah!!!!:ahaha:
Mending pas lagi nyiapin kelulusan, ada kerjaan... nah, pas dari udah lulus [officially akhir oktober... tanggal sabaraha nya kemaren wisuda tuh, lupa razz, heuheu...] ampe menjelang pergi...
dooooh, eta mah bosen pisaaaan di rumah na ge. PISAN

Terutama untuk mengalihkan perhatian, ngabeberah manah. Ck... ck... pemalesan banget lah pokoknyah...rolleyes
Rachma termasuk orang yang bosenan, dan gak sabaran, hehehe. Jadi, dengan sadar hati berikrar
"bosen ah sakit hati terus, bosen nangis terus,,, jadi dengan ini menyatakan: periode sakit hati ini harus berakhir, titik"
dengan sedikit doktrinasi: " I'm far too precious to get hurt " mrgreen
I really mean it... and I did it...

yay, me
:ahaha:
hueheheheh, happy to get back my living life... feel so light, enchanted.

Tibalah pada pertanyaan, rencana pulang ke Indonya gimana, sekali setahun... atau...?
Ngg... kalau rencana Rachma, bakal pulang kalau kangeeeeeeeeeeeeeeeeeen banget, so it could be anytime. Ta...pi, sebelum pergi, terjadilah suatu perjanjian dengan Mama Rachma:

Mama : tiket PP tuh kira-kira berapa?
Me : sekitar 1000 dollar [mungkin lebih]
Mama : sekitar berapa itu?
Me : ya tergantung kurs dollar rupiah. Ya sekitar 9 atau 10 juta.
Mama : 10 juta demi selembar tiket?? Kalau gitu gak usah pulang. Uangnya ditabung aja.
Me : [Mom....:tsk: How could that be....]. Kalau kangen ntar gimana... masa gak boleh pulang juga....
Mama : ya gak usah kangen aja. Kangennya ditahan. Mama aja dulu gak kangen-kangenan kalo pisah dari orang tua
Me : :argh: [sejauh-jauhnya Mama pisah dari mMih berapa mil sih... rolleyes]. Kok gitu sih Ma... lagian uang siapa coba, kan gaji Rachma juga, beli tiketnya gak pake uang Mama kok... :sigh:
Mama : Iya, uang kamu. Tapi 10 juta itu uang yang gak kecil. Daripada dipake cuma buat ngelepas kangen, ya mending ditabung, dipakai beli ini beli itu, yang lebih manfaat daripada selembar tiket
Me : ... :siga:[I'm using my own money]
Mama : Kalau pulangnya buat nikah. Baru boleh.
Me : :ha?: Maksud Mama?
Mama : Ya, kalau misalnya ntar kamu nelpon, bilang mau nikah, ntar kita di sini nyiapin segalanya. Baru kamu boleh pulang, ntar balik lagi ke Belanda.
Me : :ayokona: [so, there is additional visa to visit my own country. A husband???]
Mama : Mama pokoknya gak mau tau. Sebelum lulus PhD mesti dah nikah.
Me : [yadda... :waaah: gimana cara???]. Ma, kan kita gak tau kapan ketemu jodoh. Kumaha sih Mama teh... heuuu... aneh-aneh wae :sweaty:
Mama : Ya, terserah kamu nyarinya gimana. Pokoknya dari Mama ya kaya gitu. Mama sama Papa cuma ngasi restu, ngasi izin, yang nyarinya ya kamu sendiri toh... Kenapa coba kemaren-kemaren gak mau dijodohin...
Me : [mulai deh mulai...]. Yah, liat nanti aja deh [I'm going anyway, I have the ticket already... ]


Dan sekarang, setelah nyampe di sini,,, lagi-lagi mencari inspirasi... biar tau mau ngapain...biar ada kerjaan. Bahasa kerennya adalah studi literatur. Well, yeah, emang penting sih yang namanya brainstorming itu... mrgreen. Ngomong-ngomong, kenapa yak, frase inggrisnya adalah brainstorming... hmmm... gimana kalo ... braintornading [biar lebih dahsyat? cool]

Alhamdulillah udah dapet pencerahan, setelah beberapa hari semedi depan komputer, baca jurnal satu-satu... kalo gi bosen, ya ujung-ujungnya browsing yang lain, hihihi.
Dengan berbagai hal yang lewat di pikiran, terlintas begitu saja, terjadi begitu saja....

But...there is a moment, I feel so happy. Ureshikatta.
dan itu terjadi ketika... pada suatu hari saat awal-awal nyampe ke sini, got a phone call, horeee...
Gak tau juga ya kenapa Rachma sebegitu girangnya hari itu. Mungkin karena ada temen ngobrol di sela-sela 'gak tau mu ngapain', karena tahun baru pun... di kamar aja menikmati jetlag... mrgreen.

Bahkan ketika malemnya dapet nightmare, dan paginya dapet voip lagi. Hehehe, you called in a right time, in a perfect moment. Di sela-sela cemas gak jelas karena mimpi yang gak jelas, it felt most like the cure, the sweet one. Sangat membantu menenangkan hati.
Ya, untuk kerja optimal itu, sangat perlu ketenangan biggrin. Kalau tenang kan... para inspirasi itu tiba-tiba berdatangan.. cling...cling... datang dengan sendirinya, and sweetly say "hello, I'm coming. I'm here" mrgreen.

Ngomong-ngomong dengan telpon, sebenernya Rachma agak parno ma telpon-telponan, takut yang disebrang telpon sana terpesona sama suara Rachma :ahaha:.

Huehehe, so mostly I deny to have a phone conversation.
kekekekek... percayaaaa aja :eheh:

Talking about 'the cure'... tentunya ada suatu kebahagian tersendiri kalo kita bisa jadi obat untuk orang lain. Obat dalam artian... yah, sesuatu yang bisa bikin keadaan lebih baik :).
That will be really nice. And sweet wink.

Oya, di lab itu, topik yang sedang hangat adalah mengenai nama Rachma yang cuman satu suku kata mrgreen. Kan mu publikasi tuh, di sini kan biasanya ada nama keluarga. Karena nama Rachma gak ada nama belakangnya, professornya bingung :ahaha:.
Mantan daily supervisor [mds] Rachma nanya:
mds: how should I write your name? Rachmawati Faturachman?
me: no..no, if you really need two names, just write my name twice.
mds: so it's Rachmawati Rachmawati?
me: ya ya, just write it like that
mds: okay, fine. To make sure I write your name correctly
Setelah selang beberapa hari, dia bilang lagi. Kebetulan waktu itu ada supervisor[spv] Rachma yang sekarang

mds: Rachma, my professor was asking about your name. what's this? why it has only one name. And I said, well ya, she has only one name.
me: mrgreen
mds: You should add another name. Faturachman. Well, how about R.Rachmawati?
spv: What is R?
mds: Well ya. I mean... Rachma, is there any other Indonesian whose name is Rachmawati?
me: yes, there is.
mds: How do you know if it's you?
me: I just know it
mds: How will other people know if it's you?
spv: How do you know if there is no other M***** F****? [nama temen selab yang kebetulan ada di situ]
mds: Not like this one
me: mrgreen
mds: There are at least two G***** d* S*** in Netherland [his own name]


and there it goes... nama satu kata yang dimiliki mungkin hanya orang Indo saja, jadi topik unik tersendiri. I don't mind with that, why should I change my name anyway. My name is Rachmawati. There is no other Rachmawati who is like me. I'm unique, everybody is mrgreen.
Ntar kalau dibahas-bahas lagi, sekalian aja bilangin: Orang Indo dengan nama Rachmawati yang kerjaannya berkecimpung di kimia polimer baru Rachma aja kok, heheheheh. Dan begitulah, untuk official name yang perlu dua nama, biasanya Rachma tulis dua kali. Di surat kontrak rumah, kartu ABN AMRO, di asuransi AON, bahkan di email official universitas, tertera nama official Rachma jadi R. Rachmawati mrgreen. Yeah, whatever.

Kalau dilihat sejarah... nggg... nama-nama jaman baheula emang cuman satu kata, nama-nama orang Arab jaman baheula juga gitu, cuman satu kata. Nabi dan Rasul juga, cuman satu nama. Siti Khadijah misalnya, namanya cuman satu ajah, siti itu kan bukan nama, melainkan panggilan, setara nyai, neng, nduk. But we know to whom each name refers to. Kalau kata temen selab dulu, budaya mencantumkan nama keluarga itu datang dari Inggris. Beruntunglah budaya itu gak mewabah :ahaha:.

Tapi mungkin harus dipertimbangkan ngasi nama yang unik buat anak, pleus jangan lupa nambahin nama 'keluarga' mrgreen.


~ from this moment... ureshikatta, dakara ... ashita, kimi ni aitakute ... aitakute ~

Tuesday, 15 January 2008

A warm smile

That's I can remember, a warm smile, a happy laughter

Sometimes, I did wonder why you smile so often
I did look for something funny
but least I could find
afraid I would miss something
but none so far

But that's enough though
leaving a very nice footprint in my memory
that when you do see me again
all I can remember is happiness
nothing I shall worry
nor doubt

It seems like a very long journey
if in the end, the story ties so tight to you
that maybe I laugh so loudly to figure out all
cause now I do feel afraid
of every rush thing coming ahead

neither... calling you
nor talking to you
the least I can do is waiting
wondering how big the wind blows
afraid all will be frozen
or maybe collapsed
nothing to be taken

I have stopped thinking what you often discuss about
not because I don't care
but most because I lost the hope somewhere
even when you flirt every single star in the sky
it makes no difference for me
cause in my head... all look the same

Don't try to amaze me
there are so many barriers twinning around
though if you can
there is still time curve waiting to turn you down
even if you are close enough
the light can blink
even twinkle
break all the plan
once in a time

All, despite the fact... I like your warm smile




:hi:
Happy smile, everybody.

Saturday, 12 January 2008

Doushite?

I was in trouble
So glad to see a familiar face coming
He wanted to help
I was so happy
But suddenly...
somebody was also coming
a woman, she hold him so tight
she didn't let him help me
even when I was drowning so far
doushite no... atashi?

kanojo wa... dare desu ka?


It was a nightmare. I woke up in sudden. I just realized that my stomach was all hurt. I couldn't take it anymore. I cried, alone on my bed. The night was so quite, and I kept crying. The pain was still there, until I fell asleep after crying for... well, I don't remember how long.

It happened again, the same dream, the same scene, the same feeling. Anata wa atashi no tomodachi desu, demo doushite?


Then the dream went to another scene. My family, it was like a long journey. Exhausted, that was all I felt. I woke up many times, thinking... doushite?
until the morning came, the same question is still running in my mind.

I start to remember many things. Memory,,, I treasure it well. So glad to have many friends... so glad to have a lot of nice memories with them.
with a little regret, I whisper to my self...
after a very long time, why now?

Despite of consciousness, I feel hurt. Wakarimasen.

I think I will just cancel my trip plan to Japan.

gEEze >_<

Friday, 11 January 2008

Necklace

Hari ini, jadwal TBC test ke GGD. Jadi dari rumah pun, tadi udah melepas kalung. Soalnya inget... di ruangan GGD tuh ada tulisan *no necklace, please*.
Mungkin kalungnya akan mengganggu hasil x-ray paru-paru :D.

Kalung itu sudah Rachma pakai sejak kelas dua SD, and I mean not to take it off :D, jadi tadi adalah sejarah pencopotan kalung, kekekek :P
Dan kerasa, ada yang hilang dari leher. Padahal kalungnya kecil, mestinya gak kerasa.. apalagi dengan kostum jaket tebal bersyal. Tapi tetep aja kerasa gak nyaman... I'm not wearing my necklace... 8-|. Hal yang sama terjadi di cincin :D, suka gimana gitu kalo tiba-tiba ngelepas dan lupa make lagi. Kayaknya ada yang kurang di tangan :D.

Kebiasaan...
Itulah yang menyebabkan rasa kehilangan :). Heuheu, jadi kalau mulai ngerasa terbiasa sama sesuatu, better be careful then ;).

Pas dateng ke GGD,,, kaget, analisnya cowok.
dan salah kostum, I didn't wear a thinner shirt...!@#$$%^&*
[maafin Rachma ya Allah]

Ketika balik lagi ke lab, baca email...
wow, ada yang niat ngegambarin sketsa kamar Rachma, hueheheheh.

Rachma floatkan gambarnya di sini. [padahal belum dikasi izin sama empunya, hehe, tapi 'minta izinnya'udah, jadi main pasang aja :P]



Sketsanya masih kurang tepat. Tapi itu berarti pula... deskripsi yang dah Rachma tulis belum jelas [belum ilmiah, masih ambigu :D]. Jadi Rachma tambahin keterangan:

ruangannya seluas 13 m2.
Kalo berdiri depan pintu kamar Rachma... [pintunya di sebelah kiri], terus buka pintu...
Nah, di sebelah kanan itu meja kecil warna biru dongker kehitaman buat nyimpen RC, di samping RC tuh sofa pink pudar corak bunga. Depan sofa sebelah kanan, ada meja persegi warna kuning. Depan sofa terbentang karpet bercorak warna merah maroon.

Terus (dengan posisi masih di pintu kamar), di depan itu ada lemari buku warna kuning [menyamping], terus deket lemari... ada tempat tidur [ngadep pintu, bagian lebar tempat tidur sejajar dengan pintu]. Bed covernya putih corak bunga merah, tapi sprei ma bantalnya pink. Ada renda spreinya juga warna putih [so, mostly... tempat tidur dominan putih, kalo bed covernya dibuka, baru deh keliatan warna pink sprei ma bantal]. Bagian dinding sebrang pintu itu semuanya jendela [orang belanda kan suka banget ma cahaya matahari, jadi satu sisi dinding kaca semua =))]. Karena ruangannya di lantai tiga, jadi kalo malem dapet pemandangan indah dari lampu-lampu kota . Deket kasur, ada lemari warna kuning [sejajar/ngadep pintu]. Di samping kasurnya ada meja belajar warna kuning [panjang meja sejajar pintu]/kursi warna biru dongker.

Jadi dengan point of view dari atas, posisi di pintu maka:
sudut kiri atas itu kasur [lebar sejajar pintu], sudut kanan atas meja belajar [lebar sejajar pintu]. sudut kanan bawah sofa [panjang sejajar pintu], sudut kiri bawah.... ya pintu :D.


And now, I'm interested to make a scetch by my self, in case I don't know what to do but I have to keep my mind busy :D

Monday, 7 January 2008

Welkom in Groningen

Yeeee
gak kerasa dah seminggu di sini. Big newsnya alhamdulillah gak kena flu kaya waktu dulu pertama dateng ke sini :D.
Sudah lebih terbiasa dengan udara dingin, pleuuus angin.

Dateng ke Groningen... kaya kembali ke rumah. Dunno why, mungkin karena dah kenal situasi kali yak. Pleus banyak pisan anak ITB nyangkut di sini =)), tepatnya banyak anak kimia ngumpul di sini :D. Sekarang kan dah ada... nggg... berapa yak, yang ada kimia-kimianya... mmm, satu dari angkatan... [sabaraha nya, gak tau :D, 90an kali yah], tiga dari angkatan 99, 3 dari angkatan 2002 [including me].

pertengahan januari ntar... bakal ada sekitar 10 orang kimia 2003, awal februari 1 orang kimia 2002, akhir februari 1 orang kimia 2002, pleus maret 1 orang kimia 2002. Yuhu, migrasi departemen kimia ke RuG, heheheh :D.
Belum lagi dominasi tekim serta fisika. Ya, banyak pisan nya itebe itebenya.

Dah lama gak apdet blog. Kerjaannya blogwalking mulu, komen sana sini :D, maaf pada yang blognya telah Rachma kasi jejak ;).

Mau review apa yang Rachma lakukan sejak keberangkatan.

-Hari Sabtu, 29 November 2007-

Pergi dari rumah jam 10 pagi, ditemani keluarga. Menelusuri jalur padalarang - puncak- bogor- cengkareng
Nyampe di cengkareng jam 4. Ngantri bentar di malaysian air. Check in, dengan bagasi 22,5 kilo [tepat sama dengan yang diukur di rumah, dah siap-siap nyiapin rupiah setara 100 dollar. Handbag 9.5 kilo, da setau Rachma kabin maksimal 10kilo including laptop]. Tapi untungnya lolos :D. Di tiket juga ada tulisan kalo hand bag maksimal 5 kilo, hehe, pura-pura gak tau aja :P. Pas ngangkat bagasi ke timbangan check in,,,,, gak keangkat :D, ada yang nolongin, bapa-bapa yang ada di belakang, ntah siapa namanya. Seorang chinese yang berpergian bersama istri ke amsterdam. Nuhun ah Pak.
Terus bayar pajak 100ribu, pleus fiskal 1juta. Terus nyari mushola, baru sholat jam lima :-|, menjama dzuhur dan ashar. Selse sholat, terus keluar, kangen-kangenan dulu ma Mama dan yang lainnya.
Masuk ruang tunggu pesawat jam setengah 6. Sekarang ... bingung ngangkat hand bag ke kabin, heuheuheu. Da beda ateuh, kalo pas di gendong tuh gak kerasa berat. Tapi pas ngangkat, berat :P. Untungnya ada pramugara,,, dibantuin.
dan jadilah Rachma duduk di deket jendela [pas check in ditanya mu duduk di mana, dan Rachma jawab, di deket jendela aja deh :D]

Pesawat yang menuju kuala lumpur itu ... kayanya cuman muat 140an penumpang, kerasa kecil pesawatnya. Rachma kebagian duduk di kursi-tiga. Kebetulan yang tengahnya kosong. Terus di ujungnya ada ibu-ibu, chinese. [ketemu chinese mulu yak :-/].
Sepanjang perjalanan, nya diem aja, tidur-tiduran. Pas mau landing, baru aja ngobrol sama ibu-ibu tadi, heheheh.

Nyampe malaysia jam setengah sepuluh. Nemenin seorang ibu-ibu separuh baya, chinese juga. Kasian beliau teh bawa dua hand bag. Jadi Rachma bantu bawa satu. Walo tas punggung dah berat, bilang ke ibu tadi mah, tas Rachma ringan, jadi Rachma masih bisa bawain tas lain. Hehehe, Rachma kan nyadar kalo bawa tas2 gitu tuh berat, jadi ya, apa salahnya bantuin bawa [walo tangan asli pegel pisan, kekekek]

terus nyari mushola, sayangnya ibu tadi nonmuslim, jadilah sholat sendiri, jama maghrib-isya. Katanya sih ibu tadi ke amsterdam buat ngunjungin anaknya yang kerja di KLM. Bahasa belanda ibu ini mantaph, jadi ngiri ... :D.
terus nyari gate C34, yang ternyata harus naik aerotrain. [Airportnya malaysia gaya ya :D].
Nyampe di gate, ketemu penumpang lain, ngobrol sana ngobrol sini [sok kenal sok deket tepatnya :P]. sampe ada penumpang yang nyangka kalo ibu tadi tuh Mama Rachma. Weleh, segitu akrabnya yak :P.

sampe di pesawat, yang katanya delay ini. Horeee, pesawatnya gede, pleus ada hiburannya. Dan banyak bule kecil, kayak boneka =)). Kalo liat anak kecil foreigner tuh gimana gitu, lucu banget ya mereka... 8-|.

Pas mu nyimpen tas gendong, bingung, gak ada pramugaranya. Eh, sebenernya Rachma heran, malaysia bener-bener membiarkan pramugaranya berperan sebagai cabin attendant...
akhirnya, memberanikan diri minta tolong pada seorang asing. Dia dengan senang hati menolong, hehehe.
Duduk deket jendela, kali ini dua tempat duduk deket Rachma terisi. Dua orang bapa-bapa, tampaknya sih orang Indo. Tapi Rachma gak ngobrol apapun :D, kecuali minta tolong nyodorin makan ato minum >:).

Service makanan MH lumayan juga, ya paling gak.... ngerasa aman deh, makanannya halal. Dah gitu pas malem-malem dikasi snack, dikasi es krim juga, kenyang deh pokoknya :D. Selama perjalanan............ tidur dengan suksesnya, hahahaha [kecuali kalo ada dering makanan :P]

dua jam sebelum landing, Rachma sholat shubuh [ini asli ngira-ngira waktunya, hehehe. Maafin Rachma ya Allah].
Nyampe amsterdam jam 6 kurang seperempat. Gaya nih MH, delay tapi nyampe schipol tetep in time :D.
setelah ngambil bagasi, tentunya ada yang bantu ngambil, heuheu. Akhirnya beli tiket di mesin, seharga 27.9 euro. Ngambil jadwal jam 8.16. Kenapa ngambil jam itu? itu karena Rachma lupa lagi liat jadwalnya, hueheheh :P. Dalam rangka mencari kereta yang langsung ke Groningen, jadi weh, liat-liat dulu dan nanya-nanya dulu.

Pas lagi nunggu kereta.... ada orang Hongkong, katanya sih kerja di rumah sakit groningen, tapi bukan doktor. Beliau ini ngebantu ngangkat koper pas naik kereta :D [xie xie...].
Dan ternyata, di tengah jalan, sang masinis mengumumkan sesuatu, yang Rachma tak tau apa artinya, heuheuheu *merana*.
intinya sih, karena ada sesuatu hal, keretanya gak jadi langsung ke groningen, tapi ke leewarden dulu, baru ke groningen. yang artinya nambah sekitar 2 jam perjalanan.
Akhirnya Bapak Hongkong yang tadi, ngasi tau Rachma, jadinya turun di Assen aja, naik bis ke groningen.

betapa ribetnya harus bawa-bawa koper deui...
berpindah ke stasiun bis, turun tangga... omigod, bawa koperna kumaha????
wajah desperate Rachma kayanya cukup jelas, heheheh, jadi Bapak Hongkong tadi bawa koper Rachma, dan Rachma bawa koper beliau yang paling kecil [yang tetep aja beurat, kekekkek :P].

setelah turun tangga, ternyata mesti naik tanggaaaaa, panjang pulakkk T_T. Walo Rachma ngangkat koper kecil itu... ya Allah... capek pisannnn. Yang akhirnya, ya kopernya dibawain ma Bapak Hongkong tadi, hueheheh.
Terus ke counter bis, dikasi kuesioner [katanya sih buat reimburse tiket karena gak jadi total ke groningen, -belum diisi da bahasa belanda, mesti ngeklik babelfish dulu :P-]

datang bis khusus ngangkut penumpang kereta itu...
heu, koperna kan mesti disimpen di bagian bagasi samping... ya... lagi-lagi dibantu ma Bapak Hongkong tadi, :D.
Dalam perjalanan 20 menit assen-groningen, Rachma pun dikasi wejangan buat belajar bahasa belanda. Siap Pak! ^_^

[betewe, Rachma gak nanya nama-nama orang yang selama perjalanan Rachma ajak ngobrol, @_@]

sampai di groningen, ada F**, Y*****, dan M***.
yeeee, akhirnya nyampe di groningen jugaaaa
terus naik bis, * Rachma masih punya utang 1 euro ke Y*****, heheh
nyampe di YB
dan... mengkudeta kamar A*** ampe tanggal 2 januari. hehehe, berhubung yang punyanya sedang mengikuti suatu kegiatan ;). Tahun baruan di kamar, cukup senang dengan hanya melihat gebyar kembang api serta mendengar suara petasan , sambil nonton dorama :P.
singkatnya, nginep di kamar A***, makan minum minta ke F** dan A***, hehehehe. *ampe sekarang juga masih suka minta makanan, kekekek*. Terima kasih para uni....

Tanggal 2, nanda tangan kontrak. Terus bolak balik centrum-selwerd, jalan kaki,,,, kekekek, pegel pisan. Ceritanya sih nyari sepeda, tapi ternyata tokonya masih pada libur. Dihiasi hujan salju nan indah.

Tanggal 3, belanja ke IKEA, ditemenin M*****, makasih yak.
di IKEA ini belanja barang-barang lucu, pleus furniture. Pas nyampe kassa, terbentanglah total harga sekitar 221 euro, heuheuh, mantap belanjanya.
Terus ke bagian delivery service, keluar lagi uang 39 euro. Ieu mah, hasil hunting barang-barang murah OP=OP tuh abis sama delivery service, heheheh.

Tanggal 4, hunting ke Mama mini. Pertama... jalan kaki ke noordenplatsun... *pegel*
dingin lagi. gak ada yang cocok furniturenya. Ada dua pilihan, pergi ke oosterpark, atau helpman.
Jadilah ke Helpman, dulu kan Rachma tinggal di daerah itu, jadi meminimalisasi kemungkinan tersesat, heheh... [I'm not too good at reading a map ~_~]

Setelah milih barang-barang, dengan tambahan ongkos kirim 7.5 euro, total pengeluaran waktu itu sekitar 72.5 euro [maHAL :p]

Semua delivery datang hari Sabtu... saatnya superwoman beraksi, heuheu. Rachma dan F** ngangkat-ngangkat sofa, lemari, tempat tidur, pleus kursi.
Ih, pokoknya superwoman pisan lah, heuheu.
Kalo yang IKEA kan dianter ampe lantai 3, jadi tinggal merakit. Dengan modal nekat dan obeng hasil minjem, selse sudah dekorasi kamarnya.....

Deskripsi kamar kira-kira begini [perlu imajinasi tinggi :P]:

Deket jendela, ada tempat tidur.. bed cover warna putih berhiaskan bunga merah [dikasih M*****]. gak muat di sarungnya, Rachma beli ukuran 150-200, bed covernya 200-200. Jadi mesti beli bed cover baru :P.
Spreinya... warna piiiink, heheheh, sarung bantalnya juga. Oya, Rachma tambahin selimut tipis warna putih [di tengah] dan warna pink [di bawah bantal]. Ya, buatlah tempat tidur senyaman mungkin :D.
Jadi berlapis-lapis, biar anget :).
Di ujung tempat tidur ada lampu belajar warna putih, mayan terang, disimpen di pojok. Terus di deketnya, ada lemari pakaian, warna kuning kayu, di atasnya ada lampu juga, nyalanya lebih redup :D. Di pinggirnya ada meja belajar warna putih, dikasi taplak warna coklat muda [hasil magajiznnya IKEA :D] pleus kursi warna biru . Oya, di meja ada juga lampu belajar warna pink. [Rachma koleksi lampu =)), tinggal lampu bunder buat di atas langit-langit , gak ngeh mesti gimana masangnya ~_~]
Di belakang meja tadi, terbentang karpet berwarna merah maroon 170-200 cm. Mirip karpet Indo, bercorak kaya karpet iran. Bedanya karpet iran harganya ribuan euro, heheheh. Yang ini harganya worth, 35 euro, grass, :D.
Di ujung karpet, deket pintu, ada sofa, warna pink :P, bercorak. Pleus satu meja persegi berwarna kuning kayu, ada alas coklat di atasnya. Buat apa yak... ya biar mejanya gak polos banget :D
Di pinggir sofa, deket pintu, ada kursi persegi warna hitam, Rachma pake buat nyimpen rice cooker. Masih deket pintu, deket tempat tidur tepatnya...ada tempat sampah warna putih, terus ada satu lemari lagi, warna kuning kayu. Dengan modal nekat ternyata Rachma bisa ngerakit lemari sendiri, heheheh, bangga, walopun tangan pegel-pegel karena mesti masang-masang sekrup gede.

Bagian tengah yang tertutup karpet sengaja Rachma kosongin, biar tampak lega kamarnya. Oya, karena LANnya ada di pojok atas, jadilah ada kabel LAN sepanjang 10 meter di pinggir sofa =)).
kemaren ada yang request foto kamar, maaf, no photos. Indeed, you are welcome to visit my room.

Oya, tadi akhirnya beli sepeda seharga 75 euro. Yeah, whatever lah sama harga, yang penting punya sepeda, heheheh.
Besok mu ke gementee [berarti mesti nyiapin 188 euro yak], terus... ntar jum'at mu ke GGD, TBC test. Pleus ke zwolle. Ya, berharap administrasi-administrasi ini lancar. Ntar ke zwolle... anggap aja travelling :D [seringnya kan transit doang di zwolle, ntar mah coba tengok-tengok agak jauh ah].
tadi periksa rekening... [dengan segitu banyaknya pengeluaran, belum housing bulanan... takut defisit]. tapi... jreng jreng, ternyata beasiswa tuh dah masuk sejak 24 desember, heuheu. Dan surprised, angkanya jauh lebih tinggi dari yang ada di kontrak... ngg yang dibicarain sebagai dampak inflasikah? [alhamdulillah, dah harus mulai ngitung zakat nih....]

--[[9.48 p.m]]--

Popular Posts