Wednesday, 2 July 2008

Real man

Ada quote bagus dari The Godfather [1972] yang diucapkan oleh Don Corleone:

"Do you spend time with your family? Good. Because a man that doesn't spend time with his family can never be a real man".


Beberapa hari ini, mantan daily supervisor Rachma majang status yang di bold itu di windows messenger nya. Jadi aja tertarik nyari quote lengkapnya. Mungkin karena sekarang lagi musim liburan, waktunya bersenang-senang ma keluarga mrgreen. Terlepas dari mulai betahnya Rachma tinggal di Groningen ini, memang ada hal-hal yang Rachma acungi jempol untuk culture Eropa: pentingnya waktu bersama keluarga, dan penghormatan yang tinggi terhadap wanita. Rachma melihat dengan mata kepala sendiri [meni melebih-lebihkan razz] yang namanya gentleman dan prinsip ladies first itu diterapkan. Ditambah lagi, cenah orangnya juga cakep [yang ampe sekarang Rachma masih mikir-mikir dan sering jadi perdebatan gak penting sama temen: orang bule teh cakepnya di sebelah mananya sih? heheh sensor kecakepannya off sigana, cuma masih jalan kalo liat lucunya anak kecil mrgreen], terus pengetahuan sains nya bagus [ya da gaulnya sama orang bule di lab, heheh]. Tinggal dipoles sholeh, kayungyun pisan sigana.


Kadang, eh bukan kadang sih... sering, heheh... suka takjub kalo ngeliat oma opanya orang sini yang menghabiskan waktu berdua di taman. Romantiiis, hihihih. Padahal umurnya udah sepuh. Kalo ngeliat culture ABG nya mah, no comment ah, heuheuh. Ato sama para supervisor yang emang keliatan mementingkan keluarga, dibanding kerja, yang tentunya mereka juga tau diri ateuh, kerja ge mesti beres wink. Kereen. Itu yang namanya profesionalitas, we work to live, not live to work. Dan tentang kerja mengerja inih, ada dua negara workaholic yang paling Rachma hindari: US dan Jepang. Kalo secara vulgarnya mah US dan Jepang teh seru buat jadi tempat wisata, tapi kalo untuk tinggal lama... no way, jodan janai. I guess I love my family more than working, no matter how far I fall in love with science. Tapi demi mengoptimalkan potensi, biar manfaat buat banyak orang, jadinya wajib milih tempat kerja yang mengakomodasi keduanya, ujung-ujungnya... nya Eropa deui... hueheheh smile.


Dan pertanyaan penting selanjutnya: how can I recognize a real man?

8 comments:

Hikari said...
This comment has been removed by the author.
Hikari said...

Heuheu iya teh, supervisor saya juga sayang sama keluarganya. Bela2in day off trus naek kereta malem2 demi ngerayain ultah bapaknya. Tapi suka aneh juga kenapa generasi tua dan muda tuh meni beda perilakunya. Ohiya ga semua ah lady first (pengalaman pribadi)

Ada quote yg saya suka juga tp entah siapa yg mencetuskan:

Any man can be a father but it takes a real man to be a daddy

Rachmawati said...

Wah Pra... quotenya bagus, jadi nambah list, hihihih

agung said...

udah pernah nonton film "Hotel Rwanda"? Kalau belum, coba deh lihat kompleksitas masalah yang harus dihadapi seorang ayah (Paul) di tengah konflik Rwanda. Kalau udah, menurut saya mantep banget pak Paul ini.

Rachmawati said...

Pernah, tapi awalnya ajah, dicepetin nonton tampak gak rame, jadi gak tau ceritanya tentang apa.
*berarti diitung belum yak :D*

hmm... jadi next-to-see-movie barangkali, thanks anyway :)

agung said...

coba aja nonton sampai selesai, gak 'tersentuh' uang kembali (lho?). Dari blog sebelah ada yg ngebahas ini juga, lagi musim kali ya :p, katanya edisi Reader's Digest bulan Juli bisa jadi referensi baru

Rachmawati said...

Hmm... bener nih uang kembali? :P

Jadi lebih penasaran ama blog sebelah dan rider's digestnya :D.
Alamatnya apa ya?

agung said...

ya udah, komen kembali aja deh, maksudnya komennya ditarik :p coba di sini

Popular Posts