Perhaps, I need to ask the architects to decorate the city more beautifully. They should have designed it better, in such a way that I don't feel that the road is just... well... too long to walk. It's too plain. I even don't remember anymore where I am supposed to go. This road is too long... too long.
Wednesday, 13 October 2010
The scattered
Perhaps, I need to ask the architects to decorate the city more beautifully. They should have designed it better, in such a way that I don't feel that the road is just... well... too long to walk. It's too plain. I even don't remember anymore where I am supposed to go. This road is too long... too long.
Posted by
Rachmawati
at
23:14
4
comments
Labels: Renungan
Tuesday, 28 September 2010
Tirai malam
Sepanjang jalan setapak
Dalam ruang yang meredup
Sejauh mata memandang
Dalam dimensi yang sunyi sepi
Lampu-lampu berderet rapih, bersinar remang
Tertopang tiang-tiang tinggi
Bertemankan angin yang bertiup pelan
Sesekali berlari, menyapu beberapa helai daun kering
Tak ada sinar bulan kala itu
Hanya ada satu dua bintang, kelap kelip bersahutan
Malam semakin gulita
Bergerak menjauh dari gemerlapnya siang
Ada melodi halus yang terbisikkan
Lirih terlantunkan, terdendangkan, terngiang
Ada sapaan ramah terdengar sayup
Melambai, mengayun, berirama
Langkah pun terhenti
Sejenak memandang gurat teduh seruan alam
Ada damai terselip
Dan langkah pun meringan
Kembali melaju gontai
Langit bergerak mensketsa gelap
Awan-awan bergegas bersembunyi
Embun-embun mulai merenda di udara
Saling menyahut, menyatu, mengabstrak pandangan mata
Membaur melantunkan kesenyapan
Gempita menyulam keheningan
Ada ketenangan tertatahkan
Tergerai indah, temaram mewarnai perjalanan
Melukiskan secercah binar pada mata yang mulai legam
Memahat senyum pada raut yang sempat tertunduk
Sajak indah pengantar tidur pun mulai menggema
Memanjakan jiwa-jiwa yang lelah
Kidung malam pun menggaung lirih
Memulas angan membentang asa
Riak-riak tawa serentak tergugah
Dan harapan pun saling berkejaran
Bersalaman dengan malam
Yang dalam gelapnya menghadiahkan kedamaian
Terima kasih Tuhan
Atas hidup yang Engkau anugerahkan
Kan kusongsong pagi
Berhiaskan kegembiraan
Terima kasih Tuhan
Atas hidup yang Engkau anugerahkan
Kan kujalani siang
Berdendangkan keceriaan
Terima kasih Tuhan
Atas hidup yang Engkau anugerahkan
Kan kusapa petang
Beriramakan hati yang lapang
Terima kasih Tuhan
Atas hidup yang Engkau anugerahkan
Kan kulalui malam
Berselimutkan ketentraman
Terima kasih Tuhan
Atas hari-hari yang Engkau izinkan mereka mengajarkan banyak hal
Posted by
Rachmawati
at
01:19
4
comments
Labels: Renungan
Thursday, 23 September 2010
Tina jandela
Tina jandela
Posted by
Rachmawati
at
23:16
3
comments
Thursday, 16 September 2010
Small bags
Ri2k
Coach
Bourne
Bourne
iPhone 4Hmm... Hal lain yang lagi Rachma sukai adalah lagu "Little light", original song-nya dari sini. Wish I could play guitar so that the recording will be more fun.
input source stereo 1/2 (built-in input)
monitor off
recording level maximum
no automatic level control
recorded in the night in my seem-to-be-soundproof bedroom
recorded voice female basic 1 6dB
recorded voice female basic 2 6dB
final volume 0.4dB
mixed as it is
MP3 encoder 320 kbps, VBR quality highest,
stereo, filter frequency below 10Hz.
Have a great day.
Please show everyone your best smile ;) .
Posted by
Rachmawati
at
22:11
2
comments
Tuesday, 10 August 2010
Viaggiare in Italia
Berikut daftar pengeluaran jalan-jalan di Itali:
1. Pisa
Kesan pertama liat peta Pisa adalah: kotanya kecil. Bisa ditelusuri bermodalkan jalan kaki dan objek wisatanya pun terkonsentrasi di satu kompleks. Pas liat menara Pisa... hmmm... miring sih miring... tapi ternyata gak setinggi yang dibayangkan.



2. Firenze



3. Roma





4. Venice
Hal paling berkesan di Venice: cuacanya yang panaaaaaaaaas, sekitar 39 C. Saking panasnya, sang keringat pun berhasil mentransfer warna dari baju ke tas kulit kesayangan Rachma...




5. Milan
Yang paling berkesan adalah shopping centernya: Galleria Vittorio Emanuele
Yang lainnya... ya standar sightseeing ajah, hehehe...

* kredit gambar bagi para pembawa kamera
- bawa sunblock spf tinggi, sunglasses, topi.
Sekian laporan singkat kali ini.
Posted by
Rachmawati
at
11:28
2
comments
Labels: Travel
Friday, 6 August 2010
In gauze
Then again, you graft another magic to yourself: I'm okay... I'm okay. Every time that confusing emotion burning inside, you tell yourself: it's nothing. You hold that mighty pride of yours so high, to the point that you don't let your inner voice heard. And as expected, the emptiness is much much larger than before. Somehow, you are lost. You start questioning small thing about your existence, your value, your worth. And still, you are in pain.
You know you are not okay. You know you sometimes are not that strong. Yet, you have to present that friendly face of yours. You do want to make people happy. You don't want to let them feeling empty nor in pain like what you are feeling now. You do try your best to be okay. You start building a huge wall covering your heart. You screen a lot of things. You filter a lot of things. And yet, you question yourself: why is the sadness still lingering inside?
Ah, good news! There will be. But I think... with that high pride you have, you might want to consider fixing yourself before even meeting that special one you want to cherish. And yes, you are way way cooler when you have your act together.
It somehow makes my head feels so dizzy.
So please respect yourself by being the best you.
And for what it's worth, please be happy.
Posted by
Rachmawati
at
14:03
0
comments
Labels: Faculty of soul
Wednesday, 28 July 2010
Community
Dulu, pas masih SD, Rachma inget banget pas lagi pelajaran bahasa Indonesia, ada peribahasa kurang lebih "jangan sampai kaya kacang lupa kulitnya". Waktu itu Rachma tanya sama ortu Rachma dan mereka ngejelasin "jadi orang itu harus tau diri, jangan melupakan orang-orang yang berjasa dalam kehidupannya". Nah, si frase "tau diri" itu lah yang selalu Rachma pegang
Dalam kegiatan-kegiatan tertentu, Mama atau Papa Rachma biasanya suka bilang: "nanti kalau kamu udah gede, harus bisa ngasi ke masyarakat lebih banyak dari yang sekarang Papa/Mama kasih". Secara Rachma ini anak yang penurut, rajin menabung, dan sayang pada orang tua (heheheh, PPKn banget
Semakin ke sini, dengan bertambahnya umur ... semakin Rachma menyadari bahwa orang-orang yang pernah bersinggungan, datang ataupun pergi dari kehidupan Rachma, orang baik maupun orang kurang baik, mereka semua berjasa mengantarkan Rachma sampai pada kehidupan saat ini. Semuanya berjasa dalam pendewasaan diri Rachma, dalam pembentukan karakter, jati diri, filosofi, bahkan gaya hidup. Tentunya, apa pun yang akhirnya Rachma putuskan sebagai "personal branding" diri Rachma, itu adalah tanggung jawab Rachma sendiri. Dan cara Rachma berterima kasih pada masyarakat pun, itu akan jadi pilihan/keputusan dari diri Rachma sendiri. Lagipula, kedewasaan dan tumbuhnya tanggung jawab hidup itu tidak bergantung umur. Dan tentunya Rachma tidak perlu menunggu umur mencapai kepala 3 atau 4 untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Dan... ehm, secara ini postingannya agak-agak ... ummm, mungkin akan membosankan bagi beberapa orang, jadi Rachma kasi reminder dari awal ya: read at your own risk (termasuk resiko 'haru biru', hihihihih
Salah satu hal yang Rachma yakini adalah tiap orang terlahir dengan perannya masing-masing. Misal, dalam kepala Rachma ... seorang laki-laki terlahir berperan "mengubah dunia", mengerjakan hal-hal keren untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitarnya. Perempuan... umm... berperan menyebarkan "kasih sayang" (ahahahah, lebay surabay gini emang imaginasi Rachma tentang peran manusia
Eniwei, mari berhenti nge-junk. Platform yang akan Rachma susun untuk pengembangan masyarakat ini rencananya akan lebih difokuskan pada anak-anak (maksimal setara SMP). Rachma menamainya "village center", karena kurang lebih idenya memang ingin memusatkan kegiatan anak-anak. Kalopun berkembang ke yang lebih besar, organisasinya bersifat yayasan nonprofit. Rencananya adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan
Rachma sempat berencana bikin TK sendiri, idenya bukan untuk ngajarin yang gimana-gimana gitu, tapi lebih ke platform TK-nya Belanda: main... main... main... dan main... I guess the kids will be happy with that idea
- Taman bacaan
Dulu pas masih kecil, Rachma suka banget baca buku cerita. Kebetulan waktu itu buku-buku dari Diknas untuk perpus sekolahannya Papa mampir dulu di rumah, jadi Rachma bisa baca-baca bukunya dulu. Terus, pas di Belanda ini, kalo masuk toko anak-anak,,, huaaaaahhhhh betah deh pokoknya, suasananya pinky-pinky... terus banyak pernak pernik lucu, banyak miniatur mobil atau robot lucu-lucu, terus buku bacaannya gambar-gambarnya lucu, ada musiknya,,, ah, pokoknya Rachma sukaaaaaaaa banget liatnya (walo suka dibecandaain ama temen sih, saking terlalu sukanya Rachma sama mainan yang ditujukan buat anak-anak
Secara psikologi pun, kemampuan anak kecil akan lebih berkembang kalo ditunjang fasilitas yang baik. Dan tentu sajah, tidak semua anak-anak terlahir dalam keluarga berada yang bisa beli mainan ini itu atau bacaan ini itu untuk lebih mengembangkan kemampuan motorik, sensorik, maupun psikis anak. Jadi,,, karena Rachma sukanya gratisan, rencananya si taman bacaan ini juga akan gratisan
- Taman bermain
Yang Rachma maksud itu yang kaya gini:

Si taman bermain ini kalo jadi dibikin, tentunya gratis, soalnya gak perlu biaya maintanance yang gimana-gimana kan ya.
- Dana eksternal
Rachma menyebut bagian ini sebagai tabungan akhirat
* membantu pembangunan sekolah: perpus, mushola, dan sejenisnya
* memberi bantuan fasilitas untuk orang-orang tertentu di sekolah, misal ngasi baju batik, baju seragam, buku, atau perlengkapan sekolah
* membantu pembangunan mesjid dan madrasah: dana perbaikan bangunan, karpet, penyediaan Al-Qur'an untuk umum, kitab kuning, dsb
* beasiswa personal untuk yang membutuhkan
* paket lebaran untuk orang-orang tertentu
2. Olah raga
Satu hal yang Rachma amati dari penduduk Belanda adalah gemarnya mereka berolah raga. Lagian, emang difasilitasi juga sih, jadi enak. Kalo Rachma mah, mau difasilitasi juga da gak seneng olah raga, tetep we jadinya gak suka ke gym, hihih. Tapi kalo mikirin generasi muda (ceileh, berasa tua banget gini...
3. Seni dan Budaya
Supaya village center ini berjalan, rencananya akan bekerja sama ma sekolahan. Rachma pikir, sekolah tentunya perlu sport center buat olah raga yang bener-bener olah raga, perlu tempat buat belajar seni yang beneran seni. And kids simply need a cozy place to have fun while developing their precious brain. Dan untuk merealisasikan proyek ini, tentunya Rachma harus punya tanah yang luas
Sekian dulu chit chat kali ini.
I tend to pay less attention to what people say,
and pay more attention to what people do.
So... honey-sweety-bunny,
since you are a cool person,
what have you done with your life?
Posted by
Rachmawati
at
11:32
0
comments
Labels: The yuppie's
Popular Posts
-
Saatnya cuci mata kala wikeeen . Ceritanya, beberapa hari yang lalu Rachma dapet berita dari jamesallen kalo mereka udah meng-enhance tampi...
-
Selingan sebelum posting yang serius-serius: screen shopping . 1. Blazer Akhirnya,,, setelah mencari ke mana-mana, nemu juga desain blazer y...
-
Comfy shoes, a fabulous bag, and a fancy dress can assemble a nice attire. Add some accessories, and when you look in the mirror... you can...
-
Ehm... berhubung sebentar lagi tutup tahun, Rachma mau mengulas ringkas perjalanan PhD di Belanda ini. Eh, tapi gak janji beneran ringkas de...
-
Hari Kamis kemaren, temen selab, tepatnya tetangga seruangan [TS] ... nanyain tentang hukumnya jabat tangan antara wanita muslim dan laki-la...
-
Yuhuuu... posting gak penting lagi ah... biar cepet ngantuk,,, . Sebagai bekgron, Desember kemaren kampus RuG ngasi Christmas present dengan...
-
Berangkat dari premis " you can create everything you want in your mind, it's all border-less ", alkisah suatu waktu Rachma be...
-
Seungit angin priangan Ngusapan embun-embunan Duh … embun-embunan Hawar-hawar… reureundahan ngahariring Ayun ambing ayun ambing Seungi...
-
I was in trouble So glad to see a familiar face coming He wanted to help I was so happy But suddenly... somebody was also coming a woman, sh...
-
It is December.. Hmmm December. In less than a month it will be a new year. Hmmm A new year. That means, next year I will be 27. Twe...



