Wednesday, 13 October 2010

The scattered

Every time I see that particular window, some scattered memories flash out, moving like this and that, going here and there. That's when I start questioning: what am I doing here?

The clock is definitely tickling, I can hear the sound very clearly. Not to mention those rush hours when my heart beats irregularly, giving a not-so-nice vibe, giving some... worries. I do understand though, I cannot turn back the time, neither I am willing to go back to the past... but considering this low sugar blood case, well... maybe I need to drink coffee to pass the day.

How are you, honey? A question that pops up every morning. I, with so many thoughts going around in my head, feel so burdened and a little bugged. I need to take a very deep breathe to answer that. Ah, sometimes I feel... the world is just too hectic for this silent morning. Not even close to put a nice smile, not even safe to tell jokes, it's just too shady. I need more light.

If this land is simply windy, I thought I just need a warmer coat. But the truth is... not only coat, but also a nice scarf, a dandy handbag, a catchy dress, good shoes, and sometimes... gloves. I need gloves. My hands are just too shaky, they are reddish sometimes. It is too cold. The weather is too cold. Sometimes, I can't even feel the cold anymore. I just walk... just walk... walk... 

Perhaps, I need to ask the architects to decorate the city more beautifully. They should have designed it better, in such a way that I don't feel that the road is just... well... too long to walk. It's too plain. I even don't remember anymore where I am supposed to go. This road is too long... too long.

Exceptional? Hmm, why do I feel that the things that make us exceptional also make us alone? I start to sense a big gap. The ground state is undefined and the excited state has no clear boundaries. Why does the world seem to be full of unknown things? It chills me out and I don't like this goosebump. It is so unfamiliar that I begin to feel afraid of many things, many unnecessary things. Many.

How do people survive? That's the next question that flies very neat in the air, welcoming the day. My heart beats so fast again, irregularly, sorting some anxious things. I wonder why the direction seems to be this scattered. I am tired already and some tears drop into my leather bag. I need tissue immediately. I need to dry the bag, I don't want to ruin its beauty.

Wait, why is the road so quite?
Ah, maybe I just need to turn the music on and keep walking.
Keep walking.

Tuesday, 28 September 2010

Tirai malam

Sepanjang jalan setapak
Dalam ruang yang meredup
Sejauh mata memandang
Dalam dimensi yang sunyi sepi
Lampu-lampu berderet rapih, bersinar remang
Tertopang tiang-tiang tinggi
Bertemankan angin yang bertiup pelan
Sesekali berlari, menyapu beberapa helai daun kering
Tak ada sinar bulan kala itu
Hanya ada satu dua bintang, kelap kelip bersahutan

Malam semakin gulita
Bergerak menjauh dari gemerlapnya siang
Ada melodi halus yang terbisikkan
Lirih terlantunkan, terdendangkan, terngiang
Ada sapaan ramah terdengar sayup
Melambai, mengayun, berirama
Langkah pun terhenti
Sejenak memandang gurat teduh seruan alam
Ada damai terselip
Dan langkah pun meringan
Kembali melaju gontai

Langit bergerak mensketsa gelap
Awan-awan bergegas bersembunyi
Embun-embun mulai merenda di udara
Saling menyahut, menyatu, mengabstrak pandangan mata
Membaur melantunkan kesenyapan
Gempita menyulam keheningan

Ada ketenangan tertatahkan
Tergerai indah, temaram mewarnai perjalanan
Melukiskan secercah binar pada mata yang mulai legam
Memahat senyum pada raut yang sempat tertunduk
Sajak indah pengantar tidur pun mulai menggema
Memanjakan jiwa-jiwa yang lelah
Kidung malam pun menggaung lirih
Memulas angan membentang asa
Riak-riak tawa serentak tergugah
Dan harapan pun saling berkejaran
Bersalaman dengan malam
Yang dalam gelapnya menghadiahkan kedamaian

Terima kasih Tuhan
Atas hidup yang Engkau anugerahkan
Kan kusongsong pagi
Berhiaskan kegembiraan

Terima kasih Tuhan
Atas hidup yang Engkau anugerahkan
Kan kujalani siang
Berdendangkan keceriaan

Terima kasih Tuhan
Atas hidup yang Engkau anugerahkan
Kan kusapa petang
Beriramakan hati yang lapang

Terima kasih Tuhan
Atas hidup yang Engkau anugerahkan
Kan kulalui malam
Berselimutkan ketentraman

Terima kasih Tuhan
Atas hari-hari yang Engkau izinkan mereka mengajarkan banyak hal

Thursday, 23 September 2010

Tina jandela

Tina jandela
Urang silih gupayan
Nemu paneuteup
Deudeuh jeung geugeut
Teup eunteup

Langit keur lenglang
Bangun taya kamelang
Ngukir ciptaan
Tresna jeung asih
Marengan

Lir nu keur ngimpi
Lir nu keur ngimpi
Gambar lamunan naon geuning
Nu teu katepi

Lir nu disirep
Lir nu disirep
Geter katineung deudeuh geuning
Rep rerep

Tina jandela
Urang silih kiceupan
Imut kareueut
Raga katresna
Padeukeut

Langit keur lenglang
Jauh tina kamelang
Urang jadikeun
Galeuh pasini
Lawungkeun

Tina jandela
Urang silih gupayan
Nemu paneuteup
Deudeuh jeung geugeut
Teup eunteup

Langit keur lenglang
Bangun taya kamelang
Ngukir ciptaan
Tresna jeung asih
Marengan

Lir nu keur ngimpi
Lir nu keur ngimpi
Gambar lamunan naon geuning
Nu teu katepi

Lir nu disirep
Lir nu disirep
Geter katineung deudeuh geuning
Rep rerep

Tina jandela
Urang silih kiceupan
Imut kareueut
Raga katresna
Padeukeut

Langit keur lenglang
Jauh tina kamelang
Urang jadikeun
Galeuh pasini
Lawungkeun


Pencipa lagu: Mang Koko
Pencipta lirik : Dedy Windyagiri

~ Campaign for Sundanese Culture~
recorded using GarageBand (Tengkyu Apple)

Rachma suka lagunya karena musiknya swing, terus liriknya sederhana tapi gimana gitu... somehow bikin tenang,,, pokoknya sukaaaa mrgreen, Lagu ini ikutan nemenin Rachma nyelsein konsep kamar mandi, yang -dengan alasan takut salah bikin- jadinya sama orang rumah dibiarin gitu aja. Untuk sementara sketsanya kaya gini (dibuat menggunakan Google SketchUp):


Konsep ini didasarkan pada pemangkasan budget, kan pengen beli iPhone dan lain-lain, heheh. Jadi Rachma menghilangkan bathtub, shower box/glass door, dan mengurangi keramik dinding. Kalo sebelum pulang tiba-tiba ada ilham... (atau ada hibahan dana, hihihi) ... konsep dan bahan akan menyesuaikan mrgreen.

Thursday, 16 September 2010

Small bags

Hampir sebulan shaum nge-blog mrgreen, mari cuci mata tas-tas imut. Itu lho, tas yang dibeli cuman karena lucunya doang, cuman muat dompet sama HP, hahah. Rachma sebenernya lebih suka tas-tas yang roomy, as I can carry the world with me, tapi... kadang... kelucuan tas-tas kecil itu menggoda juga, hueheheh.


Sejarahnya Rachma ngelirik clutch ini sebenernya dalam rangka menghadiri kondangan, jadi Rachma nyari clutch senada untuk kebaya pink yang ada di rumah (iyah sayah nyadar, niat bener, hihih razz). Tapi kan, demi menghormati yang mengundang, jadi harus tampil cantik, enak dipandang dari ujung kepala sampe ujung kaki (pembenaran razz). Eniwei, ini dia hasil huntingannya:

Ri2k

gak tau merknya apa, tapi lucu mrgreen

Lagi nyari-nyari clutch, eh ketemu shoulder bag ukuran carry-essentials-only, karena lucu-lucu,,, jadi beli deh razz:

Coach

Balenciaga

Buat nemenin clutch-nya, ada alasan nambah heels baru razz :

Bourne

Bourne

Hal lain yang lagi Rachma kecengin adalah:

iPhone 4

Di sini yang FU-nya mahal pisaaan, kenal 830-900 euro untuk yang 16GB. Jadinya, Rachma berencana pesan dari apple store UK. Nunggu bulan depan ajah, berdo'a Mbah Apple udah ngebenerin apapun itu yang berkenaan dengan antenna gate. Godaan lainnya... Nikon d7000. Duuuh, banyak banget gadget lucu-lucu, apa daya gi gak ada jatah cry.


Hmm... Hal lain yang lagi Rachma sukai adalah lagu "Little light", original song-nya dari sini. Wish I could play guitar so that the recording will be more fun.



GarageBand info:
input source stereo 1/2 (built-in input)
monitor off
recording level maximum
no automatic level control
recorded in the night in my seem-to-be-soundproof bedroom
original track male basic 0dB
recorded voice female basic 1 6dB
recorded voice female basic 2 6dB
final volume 0.4dB
mixed as it is
MP3 encoder 320 kbps, VBR quality highest,
stereo, filter frequency below 10Hz
.

Hey, you!
Have a great day.
Please show everyone your best smile ;) .

Tuesday, 10 August 2010

Viaggiare in Italia

Berikut daftar pengeluaran jalan-jalan di Itali:


Itinerary di atas belum termasuk tiga tiket pesawat yang digunakan selama perjalanan. Kesimpulan: jalan-jalan di Itali ngabisin uang razz.

1. Pisa
Kesan pertama liat peta Pisa adalah: kotanya kecil. Bisa ditelusuri bermodalkan jalan kaki dan objek wisatanya pun terkonsentrasi di satu kompleks. Pas liat menara Pisa... hmmm... miring sih miring... tapi ternyata gak setinggi yang dibayangkan.







2. Firenze
Fiorentina ... hmm, yang paling berkesan adalah -menurut teman-teman Rachma- saat memasuki stadionnya yang ternyata gratis, tinggal mencet bel doang, terus dibolehin masuk stadionnya deh mrgreen.







3. Roma
Yang berkesan tentang Roma adalah patung-patungnya yang pada gak pake baju, horor, such a nightmare. Rachma ampe disuruh tutup mata ama temen-temen... weuh, mana patungnya di mana-mana lagi confused.


Eniwei, objek wisata di Roma ini buanyaaaaaak banget, dua hari juga gak cukup. Jadi pastikan kakinya kuat dibawa jalan mrgreen.









4. Venice
Hal paling berkesan di Venice: cuacanya yang panaaaaaaaaas, sekitar 39 C. Saking panasnya, sang keringat pun berhasil mentransfer warna dari baju ke tas kulit kesayangan Rachma... sad.










5. Milan

Yang paling berkesan adalah shopping centernya: Galleria Vittorio Emanuele biggrin.

Yang lainnya... ya standar sightseeing ajah, hehehe...





* kredit gambar bagi para pembawa kamera


Yang perlu diperhatikan:
- bawa sunblock spf tinggi, sunglasses, topi.
- di Itali banyak copet, terutama di sekitaran metro. Copetnya bisa dalam bentuk teteh-teteh cantik atau ibu-ibu tua, atau... yah... pokoknya selain teman grup ... prejudicenya copet kayaknya rolleyes.
- kalau mau pake atm, carilah atm yang bentuknya masih bagus dan meyakinkan, pleus... harus sabar nungguin menu-menunya loading.

Sekian laporan singkat kali ini.

Oh ya, besok mulai shaum, mohon maaf lahir bathin ya... met shaum buat semuanya.

Friday, 6 August 2010

In gauze

Sometimes... life is obviously hard, definitely exhausting, and unreasonably complicated. The weather feels colder than usual, and the wind blows too fast. It's raining all day, and that look... it's gloomy as ever. You even forget what a smile looks like. The only feeling left is that tiring whisper far far away in the corner of your heart. Yes, life can be scary sometimes.


But then, you engrave that little magic to yourself: stay strong... stay strong. You struggle yourself suppressing the growing emotion inside. You try so hard to smile. Day by day passes by. And there it is, the emptiness in your heart is growing larger and larger. You let the spirit in you withered. And one day you wake up finding yourself so much in pain.


Then again, you graft another magic to yourself: I'm okay... I'm okay. Every time that confusing emotion burning inside, you tell yourself: it's nothing. You hold that mighty pride of yours so high, to the point that you don't let your inner voice heard. And as expected, the emptiness is much much larger than before. Somehow, you are lost. You start questioning small thing about your existence, your value, your worth. And still, you are in pain.


You know you are not okay. You know you sometimes are not that strong. Yet, you have to present that friendly face of yours. You do want to make people happy. You don't want to let them feeling empty nor in pain like what you are feeling now. You do try your best to be okay. You start building a huge wall covering your heart. You screen a lot of things. You filter a lot of things. And yet, you question yourself: why is the sadness still lingering inside?


You know... once upon a time, there is a little bird whispers ... one thing that can bring warmth to that cold soul is what the human calls as "hope". Fortunately, even a tiny bit of hope can brighten up your day. And hope can be derived from dream. So, do you still have some dreams left? Do you even still dare to dream? Are you even still alive? Or do you still daydream that there will be someone going to fix you?


Ah, good news! There will be. But I think... with that high pride you have, you might want to consider fixing yourself before even meeting that special one you want to cherish. And yes, you are way way cooler when you have your act together.



...that gloomy face of yours vibrates a strange frequency.
It somehow makes my head feels so dizzy.
So please respect yourself by being the best you.
And for what it's worth, please be happy.

Wednesday, 28 July 2010

Community

Tiap kali Rachma kangen kampung halaman, perasaaan suka mengharu biru (ceileh, haru biru, kekekek razz)... maksudnya haru biru tuh inget masa kecil yang amat sangat menyenangkan, inget keluarga, inget tetangga ini itu, inget teman sepermainan, yah... pokoknya banyak lah. Kadang Rachma suka tiba-tiba nangis, tuh air mata keluar sendiri aja gitu... gak bisa ditahan (yah itu tadi, saking haru birunya, hihihih).


Dulu, pas masih SD, Rachma inget banget pas lagi pelajaran bahasa Indonesia, ada peribahasa kurang lebih "jangan sampai kaya kacang lupa kulitnya". Waktu itu Rachma tanya sama ortu Rachma dan mereka ngejelasin "jadi orang itu harus tau diri, jangan melupakan orang-orang yang berjasa dalam kehidupannya". Nah, si frase "tau diri" itu lah yang selalu Rachma pegang mrgreen.


Dalam kegiatan-kegiatan tertentu, Mama atau Papa Rachma biasanya suka bilang: "nanti kalau kamu udah gede, harus bisa ngasi ke masyarakat lebih banyak dari yang sekarang Papa/Mama kasih". Secara Rachma ini anak yang penurut, rajin menabung, dan sayang pada orang tua (heheheh, PPKn banget biggrin)... setiap kali dibilangin gitu, Rachma resapi dalam hati dan Rachma niatkan itu harus direalisasikan... walopun waktu itu gak tau juga caranya gimana, cuman iya iya ajah mrgreen.


Semakin ke sini, dengan bertambahnya umur ... semakin Rachma menyadari bahwa orang-orang yang pernah bersinggungan, datang ataupun pergi dari kehidupan Rachma, orang baik maupun orang kurang baik, mereka semua berjasa mengantarkan Rachma sampai pada kehidupan saat ini. Semuanya berjasa dalam pendewasaan diri Rachma, dalam pembentukan karakter, jati diri, filosofi, bahkan gaya hidup. Tentunya, apa pun yang akhirnya Rachma putuskan sebagai "personal branding" diri Rachma, itu adalah tanggung jawab Rachma sendiri. Dan cara Rachma berterima kasih pada masyarakat pun, itu akan jadi pilihan/keputusan dari diri Rachma sendiri. Lagipula, kedewasaan dan tumbuhnya tanggung jawab hidup itu tidak bergantung umur. Dan tentunya Rachma tidak perlu menunggu umur mencapai kepala 3 atau 4 untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Dan... ehm, secara ini postingannya agak-agak ... ummm, mungkin akan membosankan bagi beberapa orang, jadi Rachma kasi reminder dari awal ya: read at your own risk (termasuk resiko 'haru biru', hihihihih razz).


Salah satu hal yang Rachma yakini adalah tiap orang terlahir dengan perannya masing-masing. Misal, dalam kepala Rachma ... seorang laki-laki terlahir berperan "mengubah dunia", mengerjakan hal-hal keren untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitarnya. Perempuan... umm... berperan menyebarkan "kasih sayang" (ahahahah, lebay surabay gini emang imaginasi Rachma tentang peran manusia razz). Rachma selalu mikir bahwa gender laki-laki identik dengan tipe superior, karena terlahir dengan perannya sebagai pemimpin bagi kaum wanita. Jadi Rachma berasumsi, laki-laki itu harusnya prestatif, karismatik, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. Namun pada kenyataannya, orang-orang hebat bin keren yang berdedikasi itu jumlahnya sangaaaaat sedikit (udah mirip makhluk langka yang perlu pelestarian, heheheh razz). Dan daripada tetap berpegang bahwa yang selayaknya jadi pemimpin keren gitu adalah laki-laki, jadinya Rachma ngambil langkah inisiatif aja deh, anggap aja peran Rachma di dunia ini juga salah satunya adalah jadi orang keren (hahahah, tetep we narsis mrgreen). Untuk merealisasikan program "orang keren" ini, Rachma nyari inspirasi ini itu, nyusun rencana ini itu, ngatur ini itu. Dan... hmm... ternyata cape... cape hati dan cape tenaga ... pantesan aja jumlah orang keren itu terbatas ... rolleyes. Makin salut aja Rachma sama orang-orang keren, heheh. Eh, sebagai disclaimer, keren itu relatif yak, barangkali ada yang keberatan dengan kata itu.


Eniwei, mari berhenti nge-junk. Platform yang akan Rachma susun untuk pengembangan masyarakat ini rencananya akan lebih difokuskan pada anak-anak (maksimal setara SMP). Rachma menamainya "village center", karena kurang lebih idenya memang ingin memusatkan kegiatan anak-anak. Kalopun berkembang ke yang lebih besar, organisasinya bersifat yayasan nonprofit. Rencananya adalah sebagai berikut:

1. Pendidikan

Rachma sempat berencana bikin TK sendiri, idenya bukan untuk ngajarin yang gimana-gimana gitu, tapi lebih ke platform TK-nya Belanda: main... main... main... dan main... I guess the kids will be happy with that idea mrgreen. Pas Rachma cerita tentang rencana ini, Papa Rachma komentar "di RW kita ini udah ada faúd" (eh, bener gak ya nulisnya gitu?), "jadi harus ditanyain dulu ke Depdiknas, boleh gak di satu RW ada dua TK", dan kayanya emang gak boleh sih. Jadi, Rachma banting setir aja ke opsi lain, yaitu "bikin taman bermain-nya TK". Hehehe, dasar Rachma orangnya seneng main, jadi fokusnya main we terus, hihihih. Kalo secara struktural, rencananya pengen mendirikan:

- Taman bacaan
Dulu pas masih kecil, Rachma suka banget baca buku cerita. Kebetulan waktu itu buku-buku dari Diknas untuk perpus sekolahannya Papa mampir dulu di rumah, jadi Rachma bisa baca-baca bukunya dulu. Terus, pas di Belanda ini, kalo masuk toko anak-anak,,, huaaaaahhhhh betah deh pokoknya, suasananya pinky-pinky... terus banyak pernak pernik lucu, banyak miniatur mobil atau robot lucu-lucu, terus buku bacaannya gambar-gambarnya lucu, ada musiknya,,, ah, pokoknya Rachma sukaaaaaaaa banget liatnya (walo suka dibecandaain ama temen sih, saking terlalu sukanya Rachma sama mainan yang ditujukan buat anak-anak mrgreen). Berhubung Rachma harus inget umur (sudah 25, lagi ngambil PhD pula), jadi hobi tentang ini Rachma salurkan (atau samarkan? mrgreen) buat yang lebih manfaat ajah, heheheh.

Secara psikologi pun, kemampuan anak kecil akan lebih berkembang kalo ditunjang fasilitas yang baik. Dan tentu sajah, tidak semua anak-anak terlahir dalam keluarga berada yang bisa beli mainan ini itu atau bacaan ini itu untuk lebih mengembangkan kemampuan motorik, sensorik, maupun psikis anak. Jadi,,, karena Rachma sukanya gratisan, rencananya si taman bacaan ini juga akan gratisan wink. Atau nggak ya? Ah, ntah lah... mikir nanti lagi aja gratis nggaknya. Rencananya, selain isinya buku, akan ada pula video interaktif (Rachma suka banget loh nonton video-video anak semacam Dora, Barbie apalagi... suka banget razz). Dan Rachma pikir, esensi videonya juga bagus. Terus pengen juga nyediain fasilitas ensiklopedia, kayanya seru tuh. Umm... atau Rachma nyediain komputer juga kali ya... hmm... we'll see what can fit the budget biggrin.

- Taman bermain
Yang Rachma maksud itu yang kaya gini:


kredit gambar

Tujuannya dibikin taman bermain ini? Ya buat main-main ajah, biar rame mrgreen. Secara hidup di Groningen ini kehidupannya sepi gak jelas, jadi mari kita bikin yang rame-rame. Walopun Rachma mikir juga sih, kalo pesen model-model kaya gitu ke mana ya?
Si taman bermain ini kalo jadi dibikin, tentunya gratis, soalnya gak perlu biaya maintanance yang gimana-gimana kan ya.

- Dana eksternal
Rachma menyebut bagian ini sebagai tabungan akhirat mrgreen (nyadar diri maksudnya, jangan mikirin tas lucu mulu, hehehe). Beberapa sudah terlaksana, da emang lebih feasible juga sih. Programnya akan berkaitan misal (tentunya dalam kapasitas yang bisa Rachma biayai):
* membantu pembangunan sekolah: perpus, mushola, dan sejenisnya
* memberi bantuan fasilitas untuk orang-orang tertentu di sekolah, misal ngasi baju batik, baju seragam, buku, atau perlengkapan sekolah
* membantu pembangunan mesjid dan madrasah: dana perbaikan bangunan, karpet, penyediaan Al-Qur'an untuk umum, kitab kuning, dsb
* beasiswa personal untuk yang membutuhkan
* paket lebaran untuk orang-orang tertentu

2. Olah raga
Satu hal yang Rachma amati dari penduduk Belanda adalah gemarnya mereka berolah raga. Lagian, emang difasilitasi juga sih, jadi enak. Kalo Rachma mah, mau difasilitasi juga da gak seneng olah raga, tetep we jadinya gak suka ke gym, hihih. Tapi kalo mikirin generasi muda (ceileh, berasa tua banget gini... razz), kayanya kalo dibiasain dari kecil... olah raga bisa jadi hobi (secara Rachma ngerasa kalo olah raga itu adalah beban, hihihih). Rencananya ini modelnya indoor, mencakup lapangan futsal, lapangan basket, badminton, dan nyediain buat tenis meja juga.

Ini mah gak gratis ah, biaya ngurusnya mayan kayanya. Mungkin kalo buat anak-anak masih boleh lah gratis. Tapi karena ada kemungkinan sport hall ini akan menarik minat orang dewasa... hmmm,,, mungkin bisa jadi bisnis tersendiri, heheh razz.

3. Seni dan Budaya

Barangkali ada yang merhatiin, Rachma seneng banget sama degung kacapi suling. Kalo dengerin itu tuh serasa gimana gitu, tentram, dan haru biru (keukeuh ama haru biru, hihihih). Rachma gak mau kalo budaya asli Sunda itu terkikis waktu. Kalo dibandingin ama budaya buhunnya Belanda... hadoooh, budaya Indonesia mah te-o-pe be-ge-te lah. Makanya Rachma mah suka heran kalo ada yang ngetawain ketika Rachma cerita kalo Rachma suka banget ama degung. Degung kacapi suling... it's old-fashionably cool, you know... heheheh. Jadi Rachma pengen melestarikan budaya yang satu itu. Hmm... sebenernya sih itu bakal agak sulit, mengingat di daerah Rachma pun udah susah nyari orang-orang yang familiar dengan degung. Tapi, yeah, we'll see lah, when there is a will... there is a way wink. Mungkin Rachma tambahin juga fasilitas gitar dan keyboard. Let's have fun mrgreen.


Supaya village center ini berjalan, rencananya akan bekerja sama ma sekolahan. Rachma pikir, sekolah tentunya perlu sport center buat olah raga yang bener-bener olah raga, perlu tempat buat belajar seni yang beneran seni. And kids simply need a cozy place to have fun while developing their precious brain. Dan untuk merealisasikan proyek ini, tentunya Rachma harus punya tanah yang luas mrgreen. Jadi ceritanya, Rachma lagi mengais uang demi punya beberapa petak tanah, kekekek razz. Rachma gak tau juga sih, ini akan selse berapa lama ya... 10 tahun? 20 tahun? Atau 40 tahun mungkin? Hmm... only God knows. Yang jelas mah Rachma lakukan dulu apa yang bisa Rachma lakukan.

Sekian dulu chit chat kali ini.

As I grow older,
I tend to pay less attention to what people say,
and pay more attention to what people do.
So... honey-sweety-bunny,
since you are a cool person,
what have you done with your life?

Popular Posts